Sabtu, 28 Mei 2011




Indonesia sebagai negara megabiodiversity nomor dua di dunia setelah Brasil memiliki banyak kekayaan alam berupa flora, fauna maupun keindahan alam Kondisi demikian menjadikan Indonesia sebagai daerah tujuan wisata potensial bagi para wisatawan yang merupakan petualang-petualang yang ingin menikmati keindahan alam Indonesia dan ingin mengetahui lebih banyak tentang keanekaragaman hayati Indonesia. Potensi ini harus dapat direspon dengan strategi pengembangan kawasan potensial sebagai daerah tujuan wisata yang dapat memberikan nilai ekonomi secara nasional maupun bagi masyarakat lokal dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem. (Fandeli,2000:3)

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk memperoleh devisa dari penghasilan non migas. Peranan pariwisata dalam pembangunan nasional, di samping sebagai sumber perolehan devisa juga banyak memberikan sumbangan terhadap bidang-bidang lainnya. Di antaranya menciptakan dan memperluas lapangan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah, mendorong pelestarian lingkungan hidup dan budaya bangsa, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan lain sebagainya (Karyono 1997:89).

Promosi pariwisata Indonesia masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia dan Thailand. Biaya promosi yang dikeluarkan Pemerintahan Indonesia dalam mempromosikan pariwisata masih Kecil. Dalam hal promosi dan publikasi pariwisata, Malaysia lebih unggul dibanding dengan Indonesia. Tagline Trully Asia jauh lebih membekas dibanding tagline Visit Indonesia.
Saat ini pertumbuhan pariwisata dunia masih lambat. Menurut Data World Tourism Organization (WTO) mencatat dampak krisis global yang muncul Oktober 2008, mengakibatkan penurunan pertumbuhan pariwisata dunia. Di berbagai Negara jumlah wistawan menurun (www.kabarbisnis.com).

Salah satu kelemahan promosi pariwisata Indonesia selain minimnya biaya promosi juga kebijakan pemerintah yang hanya memprioritaskaan daerah-daerah tertentu. Kita hanya mengenal Bali, Jogjakarta, dan Manado sebagai daerah destinasi pariwisata Indonesia. Padahal daerah –daerah lain di Indonesia tidak kalah menariknya seperti Wakatobi (www.hetifah.com)

Kepulauan Wakatobi terletak di pertemuan Laut Banda dan Laut Flores. Wakatobi merupakan kependekan dari nama empat pulau besar yang ada di kawasan tersebut,yaitu Pulau Wangi-wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia dan Pulau Binongko. Kekayaan sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi baik jenis dan keunikannya dengan panorama bawah laut yang menakjubkan menjadikan kepulauan Wakatobi dijuluki surga bawah laut di antara pusat segitiga karang dunia (The heart of coral triangle centre) yaitu wilayah yang memiliki keanekaragaman terumbu karang dan keanekaragaman hayati lainnya (termasuk ikan) tertinggi di dunia, yang meliputi Philipina, Indonesia sampai kepulauan Solomon.

Kekayaan keanekaragaman hayati laut menjadikan Kepulauan Wakatobi ditunjuk sebagai Taman Nasional Laut berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No 393/Kpts-VI/1996 tanggal 30 Juli 1996 dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No 7651/Kpts/II/2002 tanggal 19 Agustus 2002 dengan luasan 1.390.000 Ha.Tujuan penetapan taman nasional ini adalah terjaminnya sistem penyangga kehidupan (www.tamannasionalwakatobi.org)
Saat ini belum banyak orang yang mengetahui akan potensi pariwisata Wakatobi. Informasi tentang keindahan Wakatobi menyebar hanya sebatas testimoni di media online. Untuk itu pada tahun 2011 pemerintahan dearah kabupaten Wakatobi bekerjasama dengan dengan pemda propinsi Bangka Belitung  mengadakan Festival Wakatobi Belitong Sail 2011. Adapaun misi dari festival ini selain untuk mempromosikan potensi wisata kedua daerah masing masing, juga diharapakan Wakatobi dan Bangka Belitung sebagai destinasi wisata nasionaal maupun Internasionl (www.test-sailwakatobi-belitong 2011.com).